Singaraja adalah kota tua di ujung utara Bali yang pernah menjadi ibu kota Nusa Tenggara dan pusat pelayaran penting dengan Pelabuhan Buleleng sebagai dermaganya. Pelabuhan ini berjarak 2,5 km dari pusat kota Singaraja dan dapat dicapai dalam 15 menit perjalanan. Biaya retribusi parkir di pelabuhan sangat terjangkau.
Namun, sejak pemerintahan Bali dipindahkan ke selatan pada 1950, kejayaan pelabuhan mulai pudar. Pelabuhan Buleleng yang dahulu ramai dengan kapal pesiar dan bongkar muat barang kini tinggal kenangan, dengan beberapa bangunan tua yang dibiarkan kosong. Di pelabuhan ini juga pernah terjadi peristiwa bersejarah perlawanan masyarakat Indonesia terhadap Belanda, yang diabadikan dengan tugu Yudha Mandala Tama pada 1987.
Sejak 2005, kawasan ini mulai ditata dengan taman dan restoran terapung. Pelabuhan Buleleng kini menjadi tempat rekreasi, dengan masyarakat yang berolahraga ringan atau memancing di sekitar dermaga. Panorama sunset di sini juga terkenal indah. Banyak pedagang kaki lima menawarkan makanan dengan harga terjangkau, sementara restoran terapung menyediakan kuliner eksklusif.
Di sekitar pelabuhan terdapat pula tempat ibadah, seperti pura segara dengan arsitektur Bali-Cina, dan klenteng Ling Gwan Kiong yang masih aktif digunakan untuk ibadah dan pernikahan. Pengunjung dapat mengunjungi klenteng ini dan melihat-lihat di dalamnya.