29.9.25

Legenda Ratu Ayu Mas Membah.

Dalam mitologi Bali, Ratu Ayu Mas adalah  sosok dewi yang sangat dihormati, dikenal luas sebagai Dewi Danu, penguasa Danau Batur yang sakral dan mistis. Dengan gelar mulia seperti Ratu Ayu Pingit Dalam Dasar, statusnya menandakan posisi tinggi dalam kepercayaan masyarakat Bali.

Legenda dan Peran Suci
Dewi Danu atau Ratu Ayu Mas Membah dipercaya menguasai Danau Batur, sumber air vital yang menopang pertanian dan kehidupan di Pulau Dewata. Dalam legenda, ia memiliki tugas mulia membagikan air suci dari Danau Batur ke penjuru Bali, menjamin kesuburan tanah dan kelangsungan hidup masyarakat. Kesaktiannya tidak hanya terbatas pada kekuasaan atas air, melainkan juga kemampuan mengubah wujud – salah satunya menjadi nenek tua penjual air, menandakan kebijaksanaan dan kekuatan spiritualnya.

Salah satu versi legenda menceritakan Ratu Ayu Mas Membah menyamar sebagai nenek tua penjaja air, mengunjungi desa-desa seperti Les dan Tejakula. Di Desa Les, air suci yang dijualnya ditukar dengan tah (sabit), sebuah transaksi yang kemudian dikaitkan dengan nama air terjun Yeh Tah. Perjalanan membagikan air ini menggambarkan interaksi mendalam dengan penduduk lokal, memperlihatkan kebijaksanaan dan kesaktian sang dewi dalam menjaga harmoni alam dan manusia.

Kisah Ratu Ayu Mas Membah telah diadaptasi dalam berbagai bentuk seni tradisional Bali. Sendratari yang dipentaskan pada Pesta Kesenian Bali (PKB) oleh ISI Denpasar merupakan salah satu contoh bagaimana legenda ini dihidupkan kembali, menggambarkan spiritualitas mendalam yang terkait dengan Danau Batur. Tari _Tattwa Tirtha Mahottama_ juga terinspirasi dari mitos ini, merepresentasikan keagungan spiritualitas danau suci tersebut.

Ratu Ayu Mas Membah merupakan simbol penting spiritualitas dan kesuburan dalam budaya Bali. Legenda yang kaya dan peranannya dalam mitologi setempat menunjukkan betapa mendalamnya penghormatan masyarakat Bali terhadap alam dan kekuatan dewata yang menguasainya. Melalui cerita dan ritual yang dipertahankan, warisan spiritual ini terus mengilhami dan menyatukan masyarakat Bali dalam harmoni dengan alam semesta.

Dengan demikian, Ratu Ayu Mas Membah bukan sekadar sosok mitologis, melainkan representasi kekuatan sakral yang terus hidup dalam tradisi, seni, dan spiritualitas masyarakat Bali.

28.9.25

Kuliner Khas Desa Tejakula.

Tejakula, sebuah kecamatan yang terletak di Buleleng, Bali, tidak hanya menawarkan keindahan alam yang memukau, tetapi juga kekayaan kuliner yang menggugah selera. Jika Anda berencana mengunjungi Tejakula, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi hidangan-hidangan khasnya yang unik dan lezat.
 
Bubur Mengguh: Kelezatan yang Menghangatkan Hati
 
Salah satu hidangan yang wajib dicoba adalah Bubur Mengguh. Sekilas, bubur ini memang mirip dengan bubur ayam Jakarta yang populer. Namun, ada sentuhan khas Bali yang membuatnya istimewa. Bubur Mengguh dimasak dengan santan, memberikan tekstur yang lembut dan rasa yang gurih. Disajikan dengan kuah kaldu ayam yang kaya rempah, suwiran ayam yang lezat, dan taburan kacang tanah goreng yang renyah, Bubur Mengguh adalah hidangan yang sempurna untuk menghangatkan hati dan memanjakan lidah Anda.
 
Ikan Bakar: Kenikmatan Seafood Segar di Tepi Pantai
 
Sebagai daerah pesisir, Tejakula juga terkenal dengan hidangan lautnya yang segar. Salah satu yang paling populer adalah ikan bakar. Anda dapat menemukan berbagai warung makan yang menawarkan menu ikan bakar dengan bumbu-bumbu khas Bali yang menggugah selera. Salah satu tempat yang direkomendasikan adalah Warung Sukun Spesial Ikan Bakar, yang terkenal dengan ikan bakarnya yang lezat dan segar.
 
Nasi Campur Bali: Harmoni Rasa dalam Setiap Sajian
 
Jika Anda ingin mencicipi berbagai macam hidangan Bali dalam satu piring, Nasi Campur Bali adalah pilihan yang tepat. Di Tejakula, Anda dapat menemukan hidangan ini dengan mudah di berbagai warung makan dan restoran. Nasi Campur Bali biasanya terdiri dari nasi putih yang disajikan dengan berbagai lauk seperti ayam betutu, lawar, sate lilit, sayur urap, dan sambal matah yang pedas.
 
Sate Lilit: Kelezatan Daging yang Lembut dan Kaya Rempah
 
Sate Lilit adalah hidangan khas Bali yang terbuat dari daging cincang yang dililitkan pada batang serai atau bambu, kemudian dibakar. Daging yang digunakan bisa berupa daging ayam, ikan, atau daging babi. Sate Lilit memiliki rasa yang kaya rempah dan tekstur yang lembut. Di Tejakula, Anda dapat menemukan sate lilit yang lezat di berbagai warung makan dan restoran.
 
Dengan kekayaan alam dan budayanya, Tejakula menawarkan pengalaman kuliner yang tak terlupakan. Jadi, jangan ragu untuk menjelajahi kelezatan kuliner khas Tejakula saat Anda berkunjung ke sana!