2.11.25

Dongeng Asal Usul Bukit Sangkur Tejakula.

(Cerita ini Ditulis oleh Made Budilana, pemenang lomba mengarang di majalah Lintang)

Jaman dahulu kala, di sebuah desa yang makmur bernama desa Tejakula, hiduplah seorang raja yang bijaksana yang bernama Prabu Surya. Raja ini dikenal oleh rakyatnya sebagai pemimpin yang adil dan penyayang. Di sana, terdapat seorang pengawal setia bernama Gede Sangkur yang berasal dari desa Les. Gede bukan hanya pengawal biasa; dia adalah sosok yang gagah berani, cerdas, dan penuh dedikasi. Dalam setiap pertempuran, Gede selalu menang.

Suatu hari, saat raja dan Gede sedang berpatroli di perbatasan kerajaan, mereka mendengar kabar tentang ancaman dari raksasa yang tinggal di pegunungan. Raksasa tersebut dikenal dengan kebiasaan membuat kekacauan di desa-desa sekitar. Raja, yang khawatir akan keselamatan rakyatnya, memutuskan untuk menghadapi ancaman itu. Gede tanpa ragu siap mengikutinya.

Dalam pertempuran yang sengit, Gede menunjukkan keberaniannya. Dia berhasil mengalahkan raksasa tersebut dengan kecerdikan dan keberanian yang luar biasa. Setelah pertempuran, raja sangat terkesan dengan loyalitas dan keberanian Gede. Sebagai bentuk penghargaan, raja memanggil Gede ke istana dan memberikan hadiah yang layak: sebuah wilayah yang indah dan subur di perbukitan.

“Wilayah ini akan kau kelola, Gede,” kata raja. “Kami akan menyebutnya Bukit Sangkur, sebagai penghormatan untuk kesetiaanmu.”

Gede merasa sangat terharu. Ia tidak pernah mengharapkan hadiah sebesar itu. Di Bukit Sangkur, Gede membangun rumah yang sederhana namun nyaman. Ia mengajak rakyat untuk tinggal bersamanya, membangun pertanian, dan menciptakan kehidupan yang lebih baik. Wilayah itu perlahan-lahan berkembang menjadi desa yang subur, di mana masyarakat hidup rukun dan damai.

(Maaf ini hanya cerita fiktif belaka. Cocok untuk hiburan saja)


29.9.25

Legenda Ratu Ayu Mas Membah.

Dalam mitologi Bali, Ratu Ayu Mas adalah  sosok dewi yang sangat dihormati, dikenal luas sebagai Dewi Danu, penguasa Danau Batur yang sakral dan mistis. Dengan gelar mulia seperti Ratu Ayu Pingit Dalam Dasar, statusnya menandakan posisi tinggi dalam kepercayaan masyarakat Bali.

Legenda dan Peran Suci
Dewi Danu atau Ratu Ayu Mas Membah dipercaya menguasai Danau Batur, sumber air vital yang menopang pertanian dan kehidupan di Pulau Dewata. Dalam legenda, ia memiliki tugas mulia membagikan air suci dari Danau Batur ke penjuru Bali, menjamin kesuburan tanah dan kelangsungan hidup masyarakat. Kesaktiannya tidak hanya terbatas pada kekuasaan atas air, melainkan juga kemampuan mengubah wujud – salah satunya menjadi nenek tua penjual air, menandakan kebijaksanaan dan kekuatan spiritualnya.

Salah satu versi legenda menceritakan Ratu Ayu Mas Membah menyamar sebagai nenek tua penjaja air, mengunjungi desa-desa seperti Les dan Tejakula. Di Desa Les, air suci yang dijualnya ditukar dengan tah (sabit), sebuah transaksi yang kemudian dikaitkan dengan nama air terjun Yeh Tah. Perjalanan membagikan air ini menggambarkan interaksi mendalam dengan penduduk lokal, memperlihatkan kebijaksanaan dan kesaktian sang dewi dalam menjaga harmoni alam dan manusia.

Kisah Ratu Ayu Mas Membah telah diadaptasi dalam berbagai bentuk seni tradisional Bali. Sendratari yang dipentaskan pada Pesta Kesenian Bali (PKB) oleh ISI Denpasar merupakan salah satu contoh bagaimana legenda ini dihidupkan kembali, menggambarkan spiritualitas mendalam yang terkait dengan Danau Batur. Tari _Tattwa Tirtha Mahottama_ juga terinspirasi dari mitos ini, merepresentasikan keagungan spiritualitas danau suci tersebut.

Ratu Ayu Mas Membah merupakan simbol penting spiritualitas dan kesuburan dalam budaya Bali. Legenda yang kaya dan peranannya dalam mitologi setempat menunjukkan betapa mendalamnya penghormatan masyarakat Bali terhadap alam dan kekuatan dewata yang menguasainya. Melalui cerita dan ritual yang dipertahankan, warisan spiritual ini terus mengilhami dan menyatukan masyarakat Bali dalam harmoni dengan alam semesta.

Dengan demikian, Ratu Ayu Mas Membah bukan sekadar sosok mitologis, melainkan representasi kekuatan sakral yang terus hidup dalam tradisi, seni, dan spiritualitas masyarakat Bali.

28.9.25

Kuliner Khas Desa Tejakula.

Tejakula, sebuah kecamatan yang terletak di Buleleng, Bali, tidak hanya menawarkan keindahan alam yang memukau, tetapi juga kekayaan kuliner yang menggugah selera. Jika Anda berencana mengunjungi Tejakula, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi hidangan-hidangan khasnya yang unik dan lezat.
 
Bubur Mengguh: Kelezatan yang Menghangatkan Hati
 
Salah satu hidangan yang wajib dicoba adalah Bubur Mengguh. Sekilas, bubur ini memang mirip dengan bubur ayam Jakarta yang populer. Namun, ada sentuhan khas Bali yang membuatnya istimewa. Bubur Mengguh dimasak dengan santan, memberikan tekstur yang lembut dan rasa yang gurih. Disajikan dengan kuah kaldu ayam yang kaya rempah, suwiran ayam yang lezat, dan taburan kacang tanah goreng yang renyah, Bubur Mengguh adalah hidangan yang sempurna untuk menghangatkan hati dan memanjakan lidah Anda.
 
Ikan Bakar: Kenikmatan Seafood Segar di Tepi Pantai
 
Sebagai daerah pesisir, Tejakula juga terkenal dengan hidangan lautnya yang segar. Salah satu yang paling populer adalah ikan bakar. Anda dapat menemukan berbagai warung makan yang menawarkan menu ikan bakar dengan bumbu-bumbu khas Bali yang menggugah selera. Salah satu tempat yang direkomendasikan adalah Warung Sukun Spesial Ikan Bakar, yang terkenal dengan ikan bakarnya yang lezat dan segar.
 
Nasi Campur Bali: Harmoni Rasa dalam Setiap Sajian
 
Jika Anda ingin mencicipi berbagai macam hidangan Bali dalam satu piring, Nasi Campur Bali adalah pilihan yang tepat. Di Tejakula, Anda dapat menemukan hidangan ini dengan mudah di berbagai warung makan dan restoran. Nasi Campur Bali biasanya terdiri dari nasi putih yang disajikan dengan berbagai lauk seperti ayam betutu, lawar, sate lilit, sayur urap, dan sambal matah yang pedas.
 
Sate Lilit: Kelezatan Daging yang Lembut dan Kaya Rempah
 
Sate Lilit adalah hidangan khas Bali yang terbuat dari daging cincang yang dililitkan pada batang serai atau bambu, kemudian dibakar. Daging yang digunakan bisa berupa daging ayam, ikan, atau daging babi. Sate Lilit memiliki rasa yang kaya rempah dan tekstur yang lembut. Di Tejakula, Anda dapat menemukan sate lilit yang lezat di berbagai warung makan dan restoran.
 
Dengan kekayaan alam dan budayanya, Tejakula menawarkan pengalaman kuliner yang tak terlupakan. Jadi, jangan ragu untuk menjelajahi kelezatan kuliner khas Tejakula saat Anda berkunjung ke sana!

12.7.25

Tipat Cantok: Sajian Khas Tejakula yang Menggugah Selera.

Tipat Cantok, atau yang sering disebut juga dengan Santokan, merupakan salah satu hidangan khas Tejakula yang kaya rasa dan tekstur.  Sajian ini memadukan kelembutan ketupat (tipat dalam bahasa Bali) dengan berbagai sayuran rebus yang dipadu dengan bumbu kacang yang lezat.  "Cantok" sendiri berarti diuleg atau dihaluskan, merujuk pada proses pembuatan bumbu kacangnya yang diulek hingga halus.
 
Kombinasi sayuran yang umumnya digunakan adalah kacang panjang, tauge, dan kangkung, menciptakan perpaduan rasa dan tekstur yang unik.  Sayuran rebus yang segar berpadu sempurna dengan gurihnya bumbu kacang, menghasilkan cita rasa yang begitu khas dan menggugah selera.
 
Keunikan Tipat Cantok tak berhenti sampai di situ. Di beberapa daerah, seperti Tejakula di Kabupaten Buleleng Timur,  hidangan ini  ditambahkan dengan Mengguh atau bubur baik Mengguh Cine  maupun Mengguh.Sela. Penambahan Mengguh semakin menambah kekayaan rasa dan tekstur Tipat Cantok, memberikan pengalaman kuliner yang lebih lengkap dan memuaskan.
 
Tipat Cantok bukan sekadar makanan, melainkan juga representasi kekayaan kuliner Tejakula.  Sajian sederhana ini mampu menyatukan cita rasa lokal dengan teknik pengolahan yang sederhana namun menghasilkan cita rasa yang luar biasa.  Jika Anda berkunjung ke Tejakula, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kelezatan Tipat Cantok, untuk merasakan variasi unik dengan tambahan Mengguh.

4.2.25

"Keindahan dan Sejarah Pelabuhan Buleleng"

Singaraja adalah kota tua di ujung utara Bali yang pernah menjadi ibu kota Nusa Tenggara dan pusat pelayaran penting dengan Pelabuhan Buleleng sebagai dermaganya. Pelabuhan ini berjarak 2,5 km dari pusat kota Singaraja dan dapat dicapai dalam 15 menit perjalanan. Biaya retribusi parkir di pelabuhan sangat terjangkau.

Namun, sejak pemerintahan Bali dipindahkan ke selatan pada 1950, kejayaan pelabuhan mulai pudar. Pelabuhan Buleleng yang dahulu ramai dengan kapal pesiar dan bongkar muat barang kini tinggal kenangan, dengan beberapa bangunan tua yang dibiarkan kosong. Di pelabuhan ini juga pernah terjadi peristiwa bersejarah perlawanan masyarakat Indonesia terhadap Belanda, yang diabadikan dengan tugu Yudha Mandala Tama pada 1987.

Sejak 2005, kawasan ini mulai ditata dengan taman dan restoran terapung. Pelabuhan Buleleng kini menjadi tempat rekreasi, dengan masyarakat yang berolahraga ringan atau memancing di sekitar dermaga. Panorama sunset di sini juga terkenal indah. Banyak pedagang kaki lima menawarkan makanan dengan harga terjangkau, sementara restoran terapung menyediakan kuliner eksklusif.

Di sekitar pelabuhan terdapat pula tempat ibadah, seperti pura segara dengan arsitektur Bali-Cina, dan klenteng Ling Gwan Kiong yang masih aktif digunakan untuk ibadah dan pernikahan. Pengunjung dapat mengunjungi klenteng ini dan melihat-lihat di dalamnya.

15.12.24

"Menelusuri Keindahan Alam Buleleng: Destinasi Wisata Tersembunyi di Bali Utara"

Bali dikenal dengan pesona alamnya yang luar biasa, dan salah satu wilayah yang menyimpan keindahan alam yang tak kalah menarik adalah Buleleng, yang terletak di Bali Utara. Di sini, pengunjung dapat menemukan berbagai destinasi wisata alam yang memukau, mulai dari air terjun yang megah hingga situs bersejarah yang sarat makna. Buleleng menawarkan tempat-tempat yang masih alami dan jauh dari keramaian, memberikan pengalaman liburan yang menenangkan dan penuh keindahan.

Salah satu destinasi yang wajib dikunjungi adalah Air Terjun Carat, yang terletak di Dusun Carat, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan. Meskipun nama air terjun ini belum sepopuler Air Terjun Git Git, keindahannya tidak kalah menawan. Dengan ketinggian sekitar 100 meter, Air Terjun Carat dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi yang membuat suasana sekitar semakin dramatis. Suara gemuruh air yang jatuh dari ketinggian dan udara segar yang menyegarkan menambah daya tarik tempat ini. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam yang masih sangat alami, dengan panorama hutan tropis yang memukau. Namun, penting untuk selalu menjaga etika dan kelestarian lingkungan sekitar agar keindahan alam ini tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Tidak jauh dari air terjun, pengunjung juga dapat mengunjungi Situs Candi Budha Kalibukbuk yang terletak di Banjar Kalibukbuk, Pantai Lovina. Situs bersejarah ini memiliki nilai spiritual yang tinggi, karena berupa stupa yang digunakan untuk pemujaan oleh umat Hindu dan Buddha. Candi ini menjadi tempat persembahyangan terutama pada hari raya Saraswati, yang merupakan hari penting dalam kalender Hindu. Candi Budha Kalibukbuk telah dipugar oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali, sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan dan keasliannya yang terjaga dengan baik. Selain itu, suasana sekitar yang tenang dan dekat dengan Pantai Lovina membuat situs ini menjadi tempat yang cocok untuk berelaksasi dan menyelami kedamaian spiritual.

Satu lagi tempat yang tak boleh dilewatkan adalah Air Terjun Wana Ayu, yang juga dikenal dengan nama Padang Bulia Waterfall. Terletak di Dusun Runuh Kubu, Desa Padang Bulia, air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 35 meter. Dengan suasana yang masih sangat alami dan tenang, Air Terjun Wana Ayu memberikan pengalaman berlibur yang penuh ketenangan. Meski fasilitas yang ada di sekitar air terjun belum sepenuhnya lengkap, keindahan alam yang disajikan tetap mampu memikat hati para pengunjung. Suara gemericik air yang jatuh dengan lembut ke kolam di bawahnya dan dikelilingi pepohonan hijau memberikan kesan seolah berada di tengah hutan tropis yang tak terjamah. Bagi mereka yang mencari kedamaian dan keindahan alam Bali yang otentik, air terjun ini adalah pilihan yang sempurna.

Ketiga tempat ini memberikan gambaran tentang keindahan alam Buleleng yang memukau, menawarkan ketenangan dan kedamaian bagi siapa saja yang mengunjunginya. Dengan pemandangan yang mempesona dan suasana yang masih alami, Buleleng menjadi destinasi yang sempurna untuk melarikan diri dari hiruk-pikuk kehidupan kota. Bagi Anda yang ingin menikmati keindahan alam Bali Utara yang tidak terlalu ramai, tempat-tempat ini patut dimasukkan dalam daftar destinasi wisata Anda.

29.10.24

Air Terjun Yeh Mampeh: Pesona Tersembunyi di Desa Les, Tejakula

Tersembunyi di tengah kehijauan Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, terdapat sebuah permata alam yang menakjubkan: Air Terjun Yeh Mampeh. Juga dikenal sebagai Air Terjun Les, tempat ini menawarkan keindahan alam yang memukau dan suasana yang menenangkan, menjadikannya destinasi yang sempurna untuk melarikan diri dari hiruk pikuk kehidupan kota.
 
Nama "Yeh Mampeh" memiliki arti yang kuat dalam bahasa Bali. "Yeh" berarti air, sedangkan "mampeh" berarti terbang. Nama ini sangat cocok menggambarkan air terjun ini, yang memiliki ketinggian sekitar 30 meter. Air yang jatuh dari ketinggian tersebut terlihat seperti terbang di udara, menciptakan pemandangan yang spektakuler.
 
Selain keindahan air terjunnya yang mempesona, kawasan Air Terjun Yeh Mampeh juga menyimpan keajaiban lain: mata air yang disucikan oleh masyarakat setempat bernama Toya Anakan. Mata air ini memiliki peran penting dalam kehidupan spiritual masyarakat Desa Les. Airnya digunakan untuk berbagai upacara keagamaan Yadnya, mencerminkan kepercayaan dan penghormatan masyarakat terhadap alam.
 
Bagi mereka yang mencari pengalaman spiritual yang mendalam, pengunjung diperbolehkan untuk melukat di Toya Anakan. Melukat adalah ritual penyucian diri yang dilakukan dengan menggunakan air suci. Namun, penting untuk diingat bahwa ada aturan yang harus diikuti saat melukat di sini, seperti mengenakan pakaian adat Bali dan memastikan tidak sedang dalam keadaan datang bulan.
 
Air Terjun Yeh Mampeh bukan hanya sekadar tempat wisata, tetapi juga tempat yang kaya akan sejarah, budaya, dan spiritualitas. Jika Anda mencari pengalaman yang lebih dari sekadar melihat pemandangan indah, Air Terjun Yeh Mampeh adalah destinasi yang tepat untuk Anda.