19.11.25

Tejakula Merupakan Permata Tersembunyi di Bali Utara.

Tejakula adalah sebuah desa yang kaya akan sejarah dan keindahan alam, terletak di Kabupaten Buleleng, Bali Utara. Nama Tejakula sendiri memiliki akar yang dalam, tercatat dalam prasasti Raja Janasadhu Warmadewa pada tahun 975 Masehi dengan sebutan "Hiliran" atau "Paminggir," yang berarti "tepi" atau "batas." Asal-usul nama Tejakula diyakini berasal dari kombinasi kata "Teja" (cahaya) dan "Kula" (tepi/warga), terkait dengan legenda tentang munculnya cahaya besar di wilayah ini.
 
Tejakula menawarkan pesona alam yang memikat, jauh dari hiruk pikuk keramaian wisatawan. Pantai berpasir hitam yang tenang adalah tempat yang sempurna untuk bersantai dan menikmati keindahan matahari terbit. Selain itu, terdapat Air Terjun Yeh Mampeh yang tersembunyi di desa Les, menambah keajaiban alam di kecamatan Tejakula. Bagi para petualang, hutan hujan yang rimbun menawarkan jalur hiking menantang dengan pemandangan spektakuler serta flora dan fauna yang unik.
 
Tejakula adalah mayoritas masyarakat Bali Aga, penduduk asli Bali yang teguh mempertahankan tradisi leluhur. Kehidupan desa diwarnai dengan upacara adat dan ritual tradisional yang dilestarikan dengan sungguh-sungguh. Anda dapat menyaksikan langsung bagaimana masyarakat Tejakula menjaga warisan budaya mereka.
 
Salah satu daya tarik Tejakula adalah para pengrajin ukiran kayu yang terampil. Mereka menciptakan karya seni yang indah, mulai dari pintu, pelinggih (tempat suci), hingga ukiran dari pasir hitam yang unik. Sentuhan seni tradisional ini memberikan karakter khas pada desa Tejakula.
 
Tejakula memiliki komitmen yang kuat terhadap ekowisata dan pelestarian lingkungan. Inisiatif ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan desa, mulai dari praktik pertanian organik hingga pengembangan akomodasi ramah lingkungan.
 
Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati hidangan laut segar dan bahan-bahan organik lokal yang menjadi ciri khas kuliner Tejakula. Cicipi cita rasa autentik Bali Utara yang akan memanjakan lidah Anda.
 
Tejakula menawarkan berbagai pilihan akomodasi yang sesuai dengan preferensi Anda, diantaranya Homestay Tradisional yaitu tempat menginap yang tak terlupakan bersama masyarakat lokal. Ada juga Eco-lodge, pilihan akomodasi ramah lingkungan yang mendukung pelestarian alam. Ada juga Villa dan Resort, tempat penginapan yang mewah dengan pemandangan laut yang menakjubkan.
 
Tejakula terletak di Buleleng timur, sekitar 30 km dari kota Singaraja. Anda dapat mencapai Tejakula dengan mobil atau skuter. Waktu terbaik untuk mengunjungi Tejakula adalah selama musim kemarau (April-Oktober).
 
Tejakula adalah destinasi yang menawarkan perpaduan sempurna antara keindahan alam, kekayaan budaya, dan ketenangan. Jika Anda mencari pengalaman yang unik dan autentik di Bali Utara, Tejakula adalah jawabannya.

2.11.25

Dongeng Asal Usul Bukit Sangkur Tejakula.

(Cerita ini Ditulis oleh Made Budilana, pemenang lomba mengarang di majalah Lintang)

Jaman dahulu kala, di sebuah desa yang makmur bernama desa Tejakula, hiduplah seorang raja yang bijaksana yang bernama Prabu Surya. Raja ini dikenal oleh rakyatnya sebagai pemimpin yang adil dan penyayang. Di sana, terdapat seorang pengawal setia bernama Gede Sangkur yang berasal dari desa Les. Gede bukan hanya pengawal biasa; dia adalah sosok yang gagah berani, cerdas, dan penuh dedikasi. Dalam setiap pertempuran, Gede selalu menang.

Suatu hari, saat raja dan Gede sedang berpatroli di perbatasan kerajaan, mereka mendengar kabar tentang ancaman dari raksasa yang tinggal di pegunungan. Raksasa tersebut dikenal dengan kebiasaan membuat kekacauan di desa-desa sekitar. Raja, yang khawatir akan keselamatan rakyatnya, memutuskan untuk menghadapi ancaman itu. Gede tanpa ragu siap mengikutinya.

Dalam pertempuran yang sengit, Gede menunjukkan keberaniannya. Dia berhasil mengalahkan raksasa tersebut dengan kecerdikan dan keberanian yang luar biasa. Setelah pertempuran, raja sangat terkesan dengan loyalitas dan keberanian Gede. Sebagai bentuk penghargaan, raja memanggil Gede ke istana dan memberikan hadiah yang layak: sebuah wilayah yang indah dan subur di perbukitan.

“Wilayah ini akan kau kelola, Gede,” kata raja. “Kami akan menyebutnya Bukit Sangkur, sebagai penghormatan untuk kesetiaanmu.”

Gede merasa sangat terharu. Ia tidak pernah mengharapkan hadiah sebesar itu. Di Bukit Sangkur, Gede membangun rumah yang sederhana namun nyaman. Ia mengajak rakyat untuk tinggal bersamanya, membangun pertanian, dan menciptakan kehidupan yang lebih baik. Wilayah itu perlahan-lahan berkembang menjadi desa yang subur, di mana masyarakat hidup rukun dan damai.

(Maaf ini hanya cerita fiktif belaka. Cocok untuk hiburan saja)